TEst!

Testing yang dimana pada berbagai
yang disana disitu .. test ptr

mudah2an berhasil
ARtikel Ku

tulisan ini mengenai tidklsdmsd
kasdkakld;ld
lanjutkan membaca...

Penggunaan Paragraf Kiri

Kebanyakan dari layouter memilih perataan paragraf sebagai suatu keformalan/tradisi sebagai contoh penggunaan rata kiri dan kanan pada sebuah paragraf sehingga paragraf tersebut terkesan rapi, Paragraf rata kiri dan paragraf rata kanana umumnya digunakan dalam penulisan Judul Paragraf ( Heading dan Subheading). Kondisi ini umumnya berlaku pada masyarakat pada umumnya. Namun disebabkan perkembangan typography modern yang melibatkan penggunaan komputer dalam pengerjaan penyusunan paragraf seorang layouter, desainer tidak harus mengikuti pola-pola tradisi yang sudah ada bisa saja dia menciptakan suatu ide baru yang mungkin belum pernah terpikirkan oleh desainer lainnya. Yang penting bagi seorang desainer, layouter pesan yang disampaikan harus jelas di mengerti oleh penerima pesan.

Paragraf rata kiri

Penggunaan paragraf ini sangat cocok untuk paragraf yang terdiri atas satu atau dua baris saja karena kurang enak dipandang dan manfaatnya terasa kurang apabila paragraf yang hanya berisi 1 atau 2 halaman tersebut harus diset dengan rata kiri dan kanan.

Ada beberapa pertimbangan yang perlu di pikirkan sebelum meng-apply paragraf kiri pada sebuat body text ( isi tulisan ) :

  1. Jarak antarhuruf dan antarkata menjadi rata, karena akan terhindar dari penyesuaian letak karena adanya setting paragraph rata kiri dan rata kanan. Pada paragraf rata kiri tidak ada ruang kosong atau dalam istilah kerennya disebut “rivers of white” yaitu celah kosong berturut - turut yang diakibatkan penyesuaian lebar jarak antarkata (arifical gab) pada pengaplikasian paragraph rata kiri kanan

  2. Pada paragraf kiri tidak ada pemutusan kata , ini dikarenakan jika panjang teks sebuah baris telah mencapai maksima, maka serta merta kata berikutnya akan diletakkan pada baris dibawahnya


  3. Paragraf rata kiri bagus dipakai pada halaman yang hanya memiliki paragraph tunggal.

Kerugian pada paragraph rata kiri pada bagian ujung yang tidak rata tetapi kerugian inilah yang membuat variasi dalam membaca sehingga mata tidak mudah capek, serta jika lebar kolom atau panjang baris pada suatu halaman tidak terlalu sempit, maka ketidakrataan pada bagian kanan tidak akan terlalu menyolok.

Coba anda Bandingkan dengan tulisan sama tetapi menggunakan paragraph rata kiri dan kanan. Mana yang lebih menarik bagi anda?

Kebanyakan dari layouter memilih perataan paragraf sebagai suatu keformalan/tradisi sebagai contoh penggunaan rata kiri dan kanan pada sebuah paragraf sehingga paragraf tersebut terkesan rapi, Paragraf rata kiri dan paragraf rata kanana umumnya digunakan dalam penulisan Judul Paragraf ( Heading dan Subheading). Kondisi ini umumnya berlaku pada masyarakat pada umumnya. Namun disebabkan perkembangan typography modern yang melibatkan penggunaan komputer dalam pengerjaan penyusunan paragraf seorang layouter, desainer tidak harus mengikuti pola-pola tradisi yang sudah ada bisa saja dia menciptakan suatu ide baru yang mungkin belum pernah terpikirkan oleh desainer lainnya. Yang penting bagi seorang desainer, layouter pesan yang disampaikan harus jelas di mengerti oleh penerima pesan.

Paragraf rata kiri

Penggunaan paragraf ini sangat cocok untuk paragraf yang terdiri atas satu atau dua baris saja karena kurang enak dipandang dan manfaatnya terasa kurang apabila paragraf yang hanya berisi 1 atau 2 halaman tersebut harus diset dengan rata kiri dan kanan.

Ada beberapa pertimbangan yang perlu di pikirkan sebelum meng-apply paragraf kiri pada sebuah body text ( isi tulisan ) :

  1. Jarak antarhuruf dan antarkata menjadi rata, karena akan terhindar dari penyesuaian letak karena adanya setting paragraph rata kiri dan rata kanan. Pada paragraf rata kiri tidak ada ruang kosong atau dalam istilah kerennya disebut “rivers of white” yaitu celah kosong berturut - turut yang diakibatkan penyesuaian lebar jarak antarkata (arifical gab) pada pengaplikasian paragraph rata kiri kanan

  2. Pada paragraf kiri tidak ada pemutusan kata , ini dikarenakan jika panjang teks sebuah baris telah mencapai maksima, maka serta merta kata berikutnya akan diletakkan pada baris dibawahnya

  3. Penggunaan paragraf kiri bagus di pakai untuk kolom-kolom yang sempit, karena kondisi seperti ini jika sudah di set dengan paragraf rata kiri dan kanan hasilnya malah kurang bagus. ( mata capek membacanya )

  4. Paragraf rata kiri bagus dipakai pada halaman yang hanya memiliki paragraph tunggal.

Kerugian pada paragraph rata kiri pada bagian ujung yang tidak rata tetapi kerugian inilah yang membuat variasi dalam membaca sehingga mata tidak mudah capek, serta jika lebar kolom atau panjang baris pada suatu halaman tidak terlalu sempit, maka ketidakrataan pada bagian kanan tidak akan terlalu menyolok.

lanjutkan membaca...